Pondok Pesantren UII Yogyakarta

Sistem Pendidikan Cetak E-mail
Saturday, 02 August 2008

Sistem pendidikan dan pengajaran yang digunakan di Pesantren UII adalah sistem satuan kredit semester (SKS) yang dipaketkan dalam setiap semester selama 7 semester (3 tahun 6 bulan) dengan menerapkan model klasikal dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris sebagai bahasa pengantar. Di dalam proses pembelajaran banyak dilakukan penelaahan terhadap buku-buku berbahasa asing terutama bahasa arab. Dalam komunikasi sehari-hari di luar perkuliahanpun banyak digunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Kurikulum yang diterapkan di pesantren didesain dengan mengacu pada profil lulusan, yakni mengarah kepada kemahiran berbahasa Arab dan Inggris, kemampuan berijtihad dan melakukan dakwah islamiah serta akhlaqul karimah.

Kegiatan yang berlaku di pesantren UII terbagi menjadi :
  1. Kurikuler, yaitu berupa kegiatan proses belajar mengajar yang ditempuh oleh santri dalam kurun waktu delapan semester yang meliputi 90 SKS yang terbagi dalam berbagai mata kuliah.
  2. Ekstrakurikuler, yang berupa rangkaian kegiatan yang wajib diikuti santri sebagai penunjang dan pelengkap dari kegiatan kurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler ini berupa :
    • Kultum berbahasa Arab atau Inggris,
    • Diskusi Mingguan,
    • Pelatihan-pelatihan kepemimpinan dan motivasi,
    • Dan lain-lain
  3. Hidden kurikuler atau kurikulum tersembunyi, yaitu faktor-faktor pendukung di luar kurikuler maupun ekstrakurikuler, seperti pelaksanaan sholat jama?ah, beladiri dan pengobatan, kesenian nasyid, olahraga serta kegiatan bermanfaat lainnya.
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
 

::KATA MUTIARA ::

''Sesungguhnya sebagian perkata itu ada yang lebih keras dari batu, lebih pahit daripada jadam, lebih panas daripada bara, dan lebih tajam dari pada tusukan.sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, karena jika tidak tumbuh semuanya niscaya akan tumbuh sebagian'' (Al Haditz)

"Seseorang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. dan seserang yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup"(Bediuzzamn Said Nur)

"Manusia yang paling lemah adalah ialah orang yang tidak mampu mencari teman. namun yang lebih lemah dari itu ialah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakanya" (Ali bin Abi Thalib)

"Berbahgialah siapa yang selalu ingat akan hari akhir, beramal untuk menghadapi hari penghitungan dan merasa puas dengan ala kadarnya. sementara ia ridha sepenuhnya dengan pemberian alloh"(Syadina Ali R.A)

Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia.