Pondok Pesantren UII Yogyakarta

Rayakan Idul ‘Adha, Ponpes UII Adakan Lomba Cetak E-mail
Ditulis oleh Nur Haris Ali   
Sunday, 06 November 2011
Lomba Futsal
Lomba Futsal
Yogyakarta. Redaksi Ponpes UII.
Dalam rangka menyemarakkan Hari Raya Idul ‘Adha 1432 Hijriyah, Pondok Pesantren Unviersitas Islam Indonesia (Ponpes UII) mengadakan serangkaian perlombaan. Syahrudin Paul El Midari selaku koordinator lomba menuturkan, perlombaan tahun ini berangkat dari adanya keinginan untuk bisa saling menyatukan para santri antar angkatan.

“Sebenarnya kan, kalau tahun-tahun lalu, acara Idul ‘Adha itu kami pandang hening, tidak ada kemeriahan. Sehingga tahun ini, dirasa kok perlu untuk mengadakan sebuah acara dimana anak-anak pondok antar angkatan bisa berkumpul bersama, sehingga ada beberapa perlombaan yang nanti kami laksanakan,” ujar santri dual degree (D3 Bahasa Inggris dan Hukum Islam) yang pernah mengikuti student exchange ke Australia itu.


Cabang-cabang perlombaan yang digelar, lanjut Syahrudin, ada tiga macam: sepak bola, tenis meja dan play station. Selain itu, ketua Organisasi Pondok Pesantren UII (OSPP), Ahmad Muflihin, kepada redaksi juga ikut menambahkan adanya persiapan untuk mengadakan even perlombaan tahun ini.

“Kami sudah mempersiapkan dua bulan sebelumnya untuk acara ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muflihin yang pernah menjabat ketua Lembaga Dakwah Al Farobi, Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII itu juga menuturkan, Ponpes UII selain mengadakan perlombaan yang dikoodinir oleh OSPP, juga mengadakan penyembelihan satu hewan qurban kambing yang diperoleh dari Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) UII.
 
penyembelihan hewan qurban di ppuii
penyembelihan hewan qurban di ppuii
 
“Kita ada penyembelihan hewan qurban juga, tapi tentang hewan qurban ini, awalnya kita tahu kabar bahwa DPPAI memberi hadiah satu ekor kambing untuk qurban di pondok, kemudian kita konsultasikan ke Ustadz Willi selaku pengelola pondok, lalu kita diminta mengambilnya,” imbuhnya.

Ditemui secara terpisah di kantornya, Ustadz Willi Ashadi membenarkan hal tersebut.

“Iya alhamdulillah, kita dari Ponpes UII, tahun ini dan seperti tahun-tahun sebelumnya, mendapat hadiah lagi dari DPPAI satu ekor kambing untuk qurban. Jadi memang benar begitu,” ujarnya.

Sementara itu, semarak Idul ‘Adha di Ponpes UII ini juga mendapat respon dari kalangan santri Ponpes UII. Salah satu santri yang menuturkan adalah Jauhar Sajad, santri angkatan 2008. Menurutnya, acara seperti yang diadakan OSPP dan Ponpes UII tahun ini lebih berbeda dan menarik.

“Kalau saya, menganggap ini (sembelih hewan qurban dan perlombaan. red) sebagai rutinitas tahunan. Tapi lebih menarik dan bagus dari pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar santri yang kini bekerja part time di UNISI Radio dan beberapa agen penerbitan buku itu.

Dukungan dari pihak pengelola pondok pun tetap mengalir. Ustadz Willi selaku alumnus Ponpes UII yang kini menjadi pengelola pondok menuturkan, bahwa dirinya mewakili seluruh jajaran pengelola ikut mendukung adanya serangkaian perlombaan yang diadakan tahun ini.

“Malah, kami dari pengelola, sangat bersyukur dan mendukung ya dari adanya inisiatif perlombaan yang diadakan. Karena tujuannya kan, untuk memperkuat silaturrahmi diantara mereka (santri.red),” unjarnya.

Terlepas dari itu, dirinya juga menyampaikan harapan dari adanya even-even perlombaan dan penyembelihan hewan qurban tahun ini.

“Yang pertama, kami berharap, kalau tahun-tahun sebelumnya DPPAI yang mensupport hewan qurban, maka tahun depan, adalah semoga nanti santri pondok yang berinsiatif untuk bisa berqurban. Yang kedua, antara satu dengan yang lain, semoga kita bisa saling berinteraksi dan lebih bisa mengabdi kepada masyarakat sekitar pondok,” jelasnya.

Ustadz Willi pun tak lupa untuk menyampaikan ucapan selamat menikmati kepada para santri dan masyarakat sekitar pondok dari adanya perlombaan dan penyembelihan hewan qurban pada momen Idul Adha 1432 Hijriyah ini. [Haris]
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Advertisement

Sindikasi

::KATA MUTIARA ::

Impian tidak akan terwujud dengan sendirinya, tetapi kamu harus cepat bangun dan berupaya mewujudkannya.

Kesempatan yang kecil merupakan permulaan kepada usaha yang besar.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendoakannya walaupun tidak berada disisi kita.

cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih bisa tersenyum, sambil berkata :"Aku turut bahagia untukmu".

Kebahagian yang sempurna adalah ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan tanpa menyakiti perasaan orang lain.