Sejarah Pesantren UII

Dengan kesadaran bahwa rancangan catur dharma yang mengedepankan dakwah islamiyah sebagai unsur dominan dalam mengkristalkan misi UII adalah menjadi tanggung jawab seluruh civitas akademika dan alumni UII. Misi ini menghendaki agar UII dapat mencetak muslim intelek yang memiliki integritas keilmuan dan kepribadian islami yang berakar pada tauhid. Keterkaitan ilmu pengetahuan duniawi dan ukhrawi perlu dibangun dalam menjalin kelindan yang kokoh. .
Berdasarkan pada harapan dan pemikiran tersebut, maka UII kemudian menawarkan program rekruitmen mahasiswa unggulan yang mana nantinya, para peserta yang lulus seleksi akan dibina secara intensif dalam sebuah lembaga pesantren, yang dikombinasikan dengan pendidikan reguler strata satu (S-1) di fakultas yang ada di UII, sesuai dengan minat dan kemampuannya, sehingga diharapkan nantinya bisa menghasilkan lulusan (output) sebagaimana yang dicita-citakan oleh UII. .
Pondok Pesantren UII diresmikan oleh Bupati Sleman pada tanggal 2 Oktober 1996. Program ini pada tahun pertama (tahun ajaran 1996-1997) diperuntukkan bagi Fakultas Syari?ah dan Fakultas Tarbiyah (sekarang Fakultas Ilmu Agama Islam), sedang untuk tahun kedua dan seterusnya dibuka untuk seluruh fakultas yang ada di lingkungan UII. Karena keterbatasan sarana dan prasarana yang ada, sampai saat ini pesantren UII hanya ditujukan bagi mahasiswa (santri putra).
Idealisme awal dibukanya program pesantren ini adalah dihasilkannya lulusan (output) yang akan kembali dan mengabdi di daerahnya masing-masing. Namun dalam perjalanan waktu, idealisme awal ini mengalami pergeseran dan kepada lulusan diberikan ruang pengabdian yang lebih fleksibel, tanpa ada keharusan untuk kembali ke daerah asalnya. Kebijakan ini diambil dengan berbagai pertimbanganm di antaranya yaitu agar pelaksanaan pengabdian dapat dilakukan secara lebih efektif dan optimal, serta memberikan kemashlahatan yang jelas, bagi masyarakat (umat) secara umum maupun bagi lingkungan lembaga UII sendiri.

Visi

Menjadi lembaga kaderisasi umat terdepan dalam mencetak sarjana muslim yang unggul, yang memiliki kemantapan akidah dan kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, komitmen dan kemampuan dakwah yang tinggi, keluasan ilmu, ketajaman analisis dan kematangan profesional melalui proses pendidikan yang integratif dan komprehensif.

Misi

Mengantarkan santri untuk menjadi sarjana muslim yang handal, dengan kualitas akidah, akhlak, intelektual, spiritual dan profesionalitas yang mumpuni dan terdepan dalam pembinaan umat.

Sistem Pendidikan

Sistem pendidikan dan pengajaran yang digunakan di Pesantren UII adalah sistem satuan kredit semester (SKS) yang dipaketkan dalam setiap semester selama 7 semester (3 tahun 6 bulan) dengan menerapkan model klasikal dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris sebagai bahasa pengantar. Di dalam proses pembelajaran banyak dilakukan penelaahan terhadap buku-buku berbahasa asing terutama bahasa arab. Dalam komunikasi sehari-hari di luar perkuliahanpun banyak digunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Kurikulum yang diterapkan di pesantren didesain dengan mengacu pada profil lulusan, yakni mengarah kepada kemahiran berbahasa Arab dan Inggris, kemampuan berijtihad dan melakukan dakwah islamiah serta akhlaqul karimah.

Kegiatan yang berlaku di pesantren UII terbagi menjadi :
  1. Kurikuler, yaitu berupa kegiatan proses belajar mengajar yang ditempuh oleh santri dalam kurun waktu delapan semester yang meliputi 90 SKS yang terbagi dalam berbagai mata kuliah.
  2. Ekstrakulikuler, yang berupa rangkaian kegiatan yang wajib diikuti santri sebagai penunjang dan pelengkap dari kegiatan kurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler ini berupa :
    • Kultum berbahasa Arab atau Inggris,
    • Diskusi Mingguan,
    • Pelatihan-pelatihan kepemimpinan dan motivasi,
    • Dan lain-lain
  3. Hidden Kurikuler, yaitu faktor-faktor pendukung di luar kurikuler maupun ekstrakurikuler, seperti pelaksanaan sholat jama?ah, beladiri dan pengobatan, kesenian nasyid, olahraga serta kegiatan bermanfaat lainnya.