Sleman – Hari ke tujuh Pekan Taaruf Santri Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 16 September 2020 diisi dengan dua materi. Pertama, mengenai “Relevansi Bahasa Arab dengan Studi Islam” oleh Dr. H. Marjoko Idris M.Ag yang merupakan Dosen Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga dan juga pengajar mata kuliah Balaghah di PP UII. Kedua, tentang “Dakwah Islam di Indonesia” yang disampaikan oleh Dr. Moh. Roy Purwanto, MA selaku Dosen Fakultas Ilmu Agama Islam UII dan Alumni Pondok Pesantren UII yang pernah menjabat menjadi pengasuh pada tahun 2004-2012.

Dr. H. Marjoko Idris M. Ag menyampaikan bahwa santri baru PP UII adalah bagian dari pemimpin masa depan yang dinantikan oleh masyarakat. Oleh karenanya diperlukan bekal yang memadai sebagai seorang pemimpin, salah satunya adalah dengan mempelajari bahasa Arab dan dakwah Islam di Indonesia. Ustadz Marjoko juga memaparkan bahwa Bahasa Arab dibedakan menjadi dua, yaitu bahasa arab fusha dan bahasa arab ‘amiyah. Perbedaan dari keduanya adalah: bahasa arab fusha digunakan dalam situasi resmi, seperti teks kenegaraan, bahasa buku, bahasa komunikasi di kampus saat pembelajaran tatap muka serta pertemuan dengan tamu-tamu resmi kenegaraan.  Bahasa Arab Fusha juga sangat memperhatikan gramatika nahwu dan shorof. Selanjutnya, yaitu Bahasa Arab ‘amiyah yang digunakan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari di kalangan orang Arab. Bahasa Arab ‘amiyah ini lebih menekankan pada pemahaman, bukan pada kebenaran kaidah.

Pesantren UII sendiri memberikan perhatian yang lebih terkait pembelajaran bahasa Arab fusha kepada para santri, agar kelak terbiasa dengan kaidah gramatika nahwu dan shorof yang benar. Sehingga para santri tidak hanya mampu memahami dan menerjemahkan al-Qur’an serta kitab-kitab berbahasa Arab, melainkan juga mampu menjelaskan serta menafsirkannya dengan baik dan benar. Pemahaman yang mendalam tentang Bahasa Arab akan memudahkan para Santri PP UII untuk berdakwah kepada seluruh lapisan masyarakat.

Dakwah membuat orang yang belum paham tentang Islam menjadi paham Islam, serta membuat orang yang sudah paham Islam menjadi lebih paham lagi. Menebarkan kebaikan yang menurut kita biasa-biasa saja, tapi bisa jadi menurut orang lain adalah perkara yang luar biasa. Namun tantangan dakwah di era globalisasi sangatlah banyak, oleh karenanya para santri PP UII dididik dan dilatih agar menjadi pemimpin yang tangguh. Ada 3 metode dakwah di era globalisai yang disampaikan oleh Dr. Muh Roy Purwoanto, MA dengan tema Dakwah Islam. Pertama, dakwah bi-l-kitabah, yaitu berupa buku, majalah, surat kabar, spanduk, pamflet, lukisan-lukisan, dan lain sebagainya. Kedua, dakwah bi-l-lisan, yang meliputi ceramah, seminar, simposium, diskusi, khutbah, sarasehan, brain storming, dan lain sebagainya. Ketiga, dakwah bi-l-haal, yaitu berupa perilaku sopan dan santun sesuai ajaran Islam. Semoga seluruh pemaparan materi yang telah disampaikan bisa dengan mudah dipahami dan diinternalisasikan oleh seluruh santri PP UII dalam kehidupan sehari-hari.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *