Ahad, 27 September 2020. Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia mengadakan studium generale dalam rangka pembukaan awal semester ganjil tahun akademik 2020-2021. Acara tersebut diisi oleh Direktur Pondok Pesantren UII, al-Ustadz Dr. H. Asmuni, Mth serta Pengasuh Pondok Pesantren UII, al-Ustadz Suyanto, M.S.I.

Ustadz Asmuni dalam acara tersebut menjelaskan bahwa perkuliahan akan dilaksanakan selama 14 pertemuan dan beliau juga menekankan kepada seluruh santri baik yang saat ini berada di Pondok Pesantren UII maupun yang masih berada di rumah untuk mengikuti rangkaian perkuliahan semester ini dengan penuh semangat walaupun perkuliahan harus dilaksanakan secara online. Beliau juga menambahkan, walaupun perkuliahan dilaksanakan secara daring, hendaknya para santri tetap menjaga etika dan adab kepada asatidz seperti masuk ke dalam room zoom awal waktu, “Selain itu, nanti coba diatur bagaimana mekanisme izin tidak megikuti kuliah ketika santri berhalangan apakah izin via WhatsApp atau media lainnya” tambah beliau.

Pada kesempatan ini, Ustadz Asmuni juga menyampaikan pesan kepada santri semester 7 agar bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas akhir yang diberikan oleh pihak pondok dan menyelesaikannya dengan baik. “Nantinya, tugas akhir ini akan berupa proposal penelitian dan menjadi pertanggungjawaban pengelola pondok kepada pihak kampus. Tugas akhir ini sangat penting dan merupakan sebuah tuntutan kampus yang akan dicek dalam bentuk audit. Jika ada kegiatan pondok yang tidak tercapai, salah satu nya tugas akhir, maka taruhannya adalah pengurus pondok” jelas beliau. Selain itu, beliau juga mewanti-wanti para santri untuk terlibat aktif dalam kegiatan akademik maupun non akademik yang dilaksanakan oleh pihak Pondok dan diminta untuk tidak terlalu banyak mengikuti organisasi di luar pondok.

Studium generale juga diisi dengan sesi penjelasan kalender akademik Pondok Pesantren UII untuk semester ini dan pengenalan para pengajar kepada santri, khususnya santri baru PP UII angkatan 2020. “Mata kuliah yang disusun itu menjadi penanda bahwa anda adalah santri” tukas Ustadz Suyanto. Selain itu, beliau juga memperkenalkan profil singkat para pengajar di Pondok Pesantren UII yang diisi oleh para akademisi yang mengajar di berbagai kampus di Yogyakarta seperti UII, UGM dan UIN Sunan Kalijaga. Para pengajar tersebut memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda mulai dari alumni PP UII hingga para alumni universitas ternama di berbagai negara.

Selaku pengasuh Pondok Pesantren UII, Ustadz Suyanto juga menekankan kepada para santri untuk dapat terlibat aktif dalam kegiatan kajian kitab tafsir Juz 30 karya Prof. Zaini Dahlan yang dilaksanakan pada pagi hari ba’da sholat subuh dan diisi oleh beliau sendiri serta kajian kitab turats yang dilaksanakan setiap Jum’at malam dan diisi oleh Ustadz Tajul Muluk, salah satu pengajar dan alumni Pondok Pesantren UII. “Mungkin kita sudah paham isi dari kitab itu, tapi dengan adanya kajian ilmu itu kita bukan cuma mencari ilmunya saja tapi juga mengharap keberkahan di dalamnya” ujar ustadz Suyanto. Beliau juga menegaskan bahwa Pondok akan mencatat presensi dalam setiap kajian kitab yang dilaksanakan agar menumbuhkan kedisiplinan setiap santri.

Ustadz Suyanto juga menyampaikan bahwa pihak pengelola Pondok tidak hanya menyediakan kegiatan akademik untuk santri namun juga berupa kegiatan non akademik yang bersifat pengembangan diri. “Nanti kita juga bisa menampung usulan dari kalian untuk kegiatan pelatihan dan penunjangan minat bakat yang akan dilaksanakan, seperti training pembuatan desain grafis, kegiatan PHBI seperti maulid nabi dan Isra’ Mi’raj, Student Group Discussion, menulis ensiklopedia istilah-istilah keislaman yang ada di UII hingga kegiatan lainnya” ucap beliau.

Beliau juga menyampaikan rencana pondok untuk mengadakan Islamic Leadership Training khusus untuk santri semester 7 yang saat ini masih dirumuskan oleh penelola pondok. Harapannya seluruh aktivitas yang telah didesain oleh para pengelola Pondok Pesantren UII mampu menjadi jembatan bagi seluruh santri untuk terus berkarya dan berprestasi di bidangnya masing-masing.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *