Oleh : Putri Jannatur Rahmah

Perempuan adalah makhluk kuat yang menyimpan segudang bakat, makhluk multi peran yang tak pernah lelah walau hidup dihantam berbagai tekanan. Bagiku perempuan hebat adalah mereka yang mampu menembus batas, batasan – batasan yang tercipta oleh masyarakat maupun batasan – batasan yang ia ciptakan untuk dirinya sendiri. Hiduplah bebas tanpa terkungkung oleh stigma yang menindas, bebas berekspresi dengan tetap konsisten memancarkan kebaikan hati.

Ironisnya, tak jarang dari perempuan yang menganggap rendah dirinya, mereduksi potensinya karena terkena oleh paparan stigma. Penelitian menunjukkan bahwa sukses berkorelasi positif bagi laki – laki, namun kerap menghadirkan konsekuensi negative bagi perempuan. Hal tersebut yang membuat perempuan ragu untuk melangkah. Marilah kita belajar untuk memahami keinginan batin, agar kita tak mudah menelan mentah asumsi orang lain. Harga diri adalah milik diri. Jangan malu untuk berekspresi hanya karena takut dinilai menyalai tradisi.

Perempuan sesama perempuan haruslah saling menguatkan, bersatu bergandengan tangan, memberikan stimulus positif untuk sama – sama menembus rintangan yang massif. Jurnalis ternama perempuan Indonesia Najwa Shihab menyatakan bahwa “perempuan cenderung menganggap hidup sebagai kompetisi, dikarenakan perempuan mempunyai keterbatasan ruang yang didominasi laki- laki. Tanpa sering kita sadari, perempuan kerap khawatir, cemas, tidak pernah cukup untuk diri sendiri, akibatnya siapapun bisa terasa sebagai ancaman, gerak – gerik sejawat bisa dicurigai sebagai tentangan”. Padahal, mengakui kesuksesan perempuan lain bukan berarti kegagalan untuk diri sendiri. Setiap perempuan memiliki ranah yang ia pilih untuk dijalani, buruk dalam satu ranah bukan berarti ia tak mampu untuk menguasai hamparan ranah lainnya. Setiap kita memiliki peran untuk mengisi kekosongan, carilah peran mu! tanyakan kepada dirimu! Untuk apa engkau diberi kehidupan.

Banyak yang bilang “Jadi perempuan jangan sekolah yang teralalu tinggi, nanti tak ada yang mau mengawini”, Terkadang siulan seperti itu membuat perempuan ragu, apakah ia seorang istri harus dibawah pendidikan suami? Bagaimanapun, Pendidikan adalah salah satu solusi dari beragam permasalahan masa kini dan nanti. yakinlah! Kualitas mu menentukan generasi setelahmu, jadilah perempuan yang beridentitas dan berkualitas agar kamu melahirkan generasi yang berkelas. Yakinlah! Bahwa kelak pendampingmu adalah ia yang dengan percaya diri menunjukkan value dan bersedia bekerja sama dalam menjalin hubungan keluarga. lelaki yang gentle bukanlah ia yang minder. Teruslah mengasah diri jangan mau terjerat oleh asumsi perawan tua yang menghantui. Jika segalanya tepat disitulah waktunya.

Perempuan cenderung diberi beban ganda, menjadi produktif dengan bekerja, disisi lain mengampu urusan rumah tangga. Bekerja agar mendapat perlakuan lebih baik tanpa harus menggantungkan hidupnya, sedangkan ia mengubur cita – citanya dibawah tumpukan beban yang membuatnya mati perlahan. Marilah ubah persepsi, bahwa ranah domestik tak hanya semata – mata diurus oleh perempuan, suami istri bisa saling berganti untuk sama – sama melanggengkan urusan internal dan pribadi.

Wahai perempuan, berilah dirimu ruang untuk kegagalan, walaupun kata “gagal” adalah hal yang menggundahkan, tapi percayalah ia adalah bagian dari investasi masa depan. Tanpa kegagalan tak akan ada posisi sukses, semakin kita melewati banyak proses, maka berlimpahlah peluang sukses, kuncinya adalah mampu belajar dari kealpaan. Banyak dari figure orang hebat dunia yang telah menunjukkan  bahwa kesuksesan tak akan didapat secara instan.  Mereka mengalami penolakan seribu kali dan mampu bangkit seribu satu kali.

Teruntuk diriku dan para perempuan Indonesia, janganlah sedia terjajah oleh belenggu stigma, janganlah diam karena suaramu sangatlah dibutuhkan, bebaslah dalam menentukan peran, berdaya dengan suka rela. Ingin menjadi ibu rumah tangga yang setia melayani keluarga atau melangkah keluar rumah untuk berkontribusi diberbagai bidang dan cara, silahkan! posisi keduanya sangatlah mulia dan seorang perempuan berhak memilihnya. Dimanapun kamu berada, tetaplah menjadi perempuan yang bebas akan stigma. Memilih perannya bukan karena tekanan omongan warga, tetapi memilihnya karena menyadari kehendak mulia dari lubuk batinnya.

Hormat perempuan hebat

 

Reference

Adichie N Chimamanda. (2019). A Feminist Manifesto: Kita Semua Harus Menjadi Feminis. Sleman : Odyssee Publishing.

Gita Savitri Devi. (2020). Why We Should Support Girl’s Education.  www.youtube.com. Retrieved From https://www.youtube.com/watch?v=6YYnn3hbcFk

Najwa Shihab. (2019). Dari Perempuan untuk Perempuan. www.youtube.com. Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=93FiM3tWT0g.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *