Haflah Takharruj 2026 : Wisudawan PP UII Catat Prestasi hingga Tingkat Internasional
Rangkaian Prosesi Wisuda Santri Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia (PP UII) sukses diselenggarakan di Auditorium Prof. Dr. K.H. Abdulkahar Muzakir pada Sabtu (14/6) dengan meluluskan 29 mahasantri angkatan 2021. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Yayasan Badan Wakaf UII, Rektor Universitas Islam Indonesia, Direktur PP UII, jajaran pengasuh, dosen, wali santri, serta seluruh santri PP UII.
Dalam rangkaian acara tersebut, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., rektor Universitas Islam Indonesia, secara langsung mengalungkan selempang penghargaan kepada wisudawan terbaik. Adapun wisudawan putra terbaik diraih oleh Jalaluddin Rizqi Mulia, S.Hub.Int dengan IPK pondok 3,95 dan IPK kampus 3,96, sementara wisudawan putri terbaik dianugerahkan kepada Amri Nadia M., S.Ak dengan IPK pondok 3,91 dan IPK kampus 3,92.

Tidak hanya menunjukkan capaian akademik yang membanggakan, Muhamad Yazid Ashshidqi, S.H., sebagai perwakilan wisudawan menyampaikan bahwa selama menempuh pendidikan di Pesantren UII, para santri berupaya menyeimbangkan prestasi akademik dengan keterlibatan dalam berbagai organisasi dan kepanitiaan.
“Bagi kami, prestasi akademik dan keterlibatan nyata adalah dua hal yang berjalan beriringan,” ujarnya.
Yazid menambahkan, sejumlah wisudawan memperoleh kesempatan mengikuti program praktik mengajar dan pertukaran pelajar di berbagai negara, seperti Thailand, Vietnam, Australia, Amerika Serikat, dan Tunisia. Tidak hanya itu, mereka juga meraih prestasi dalam berbagai kompetisi di tingkat universitas, provinsi, maupun nasional.
Sementara itu, direktur PP UII, Prof. Dr. KH. Tamyiz Muharram, M.A., menuturkan bahwa pesantren berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan daya juang kuat.
Apresiasi terhadap capaian para wisudawan turut disampaikan oleh Rektor UII. Ia mengingatkan bahwa para lulusan memiliki peran penting di tengah perkembangan zaman serta diharapkan dapat terus mengembangkan diri dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat, santri memiliki peran penting sebagai penjaga nilai sekaligus agen perubahan. Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari pengabdian yang luas,” ujarnya. (KS)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!