Halal bi Halal Pondok Pesantren UII Tekankan Nilai Kebermanfaatan Santri
Kegiatan Halal bi Halal diselenggarakan oleh Pondok Pesantren UII pada Sabtu (5/4), selepas Salat Isya. Acara ini diikuti oleh seluruh santri serta jajaran asatidz sebagai bagian dari tradisi pasca-Ramadan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di lingkungan pesantren.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan di dua lokasi berbeda. Santri putra mengikuti acara di kompleks pondok yang berlokasi di Jalan Selokan Mataram, Dabag, Condongcatur, Sleman, sementara santri putri melaksanakannya di Rusunawa Putri Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14,5. Pemisahan lokasi tersebut tidak mengurangi esensi kegiatan yang berlangsung serentak dengan esensi acara yang sama.
Acara diawali dengan makan malam bersama yang diikuti oleh seluruh santri. Kegiatan ini menjadi pembuka yang bersifat informal sebelum memasuki rangkaian inti. Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan pembacaan mujahadah yang dipandu oleh Ust. Suyanto. Pembacaan doa bersama tersebut berlangsung dalam suasana khusyuk sebagai bentuk refleksi sekaligus ungkapan syukur setelah menjalani bulan Ramadan.
Memasuki inti kegiatan, prosesi Halal bi Halal ditandai dengan pembacaan ikrar oleh para santri kepada asatidz. Ikrar tersebut berisi permohonan maaf serta komitmen untuk memperbaiki sikap dan perilaku ke depan. Ikrar kemudian dijawab oleh Ust. Anas sebagai perwakilan asatidz, yang menyampaikan penerimaan dan doa bagi seluruh santri.
Dalam kesempatan yang sama, Ust. Suyanto juga menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya orientasi dalam menuntut ilmu. Ia mengingatkan bahwa proses belajar tidak seharusnya hanya berorientasi pada kepentingan duniawi, tetapi juga harus memiliki tujuan yang lebih luas.
“Saya berharap santri dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bukan hanya untuk keluarga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa niat dalam mencari ilmu perlu ditingkatkan agar memberikan dampak yang lebih besar. “Niat untuk mencari ilmu bukan semata-mata untuk dunia. Di tingkatkan yang tinggi, kemanfaatannya lebih besar. Semakin tinggi tujuannya, semakin besar manfaatnya,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kontribusi seorang santri seharusnya tidak berhenti pada lingkup pribadi atau keluarga. “Dapat menjadi bermanfaat untuk negara, otomatis keluarga juga sendiri merasakan dampaknya,” lanjutnya.
Rangkaian acara ditutup dengan mushofahah atau saling berjabat tangan antar santri dan asatidz. Tradisi ini menjadi simbol penutup dari keseluruhan kegiatan, sekaligus penegasan nilai saling memaafkan dan memperkuat hubungan antarsesama di lingkungan pesantren.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren UII menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai sosial keagamaan. Halal bi Halal tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, melainkan juga sebagai sarana internalisasi nilai kebersamaan, refleksi diri, serta penguatan tujuan dalam menempuh pendidikan di pesantren. (MFPS)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!