Sambut Ramadhan, Basyiro PP UII Hadirkan Gus Rifqil dalam Acara Tarhib Ramadhan 2025
Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia (PP UII) menyambut Bulan Ramadhan dengan menggelar Tarhib Ramadhan sekaligus pembukaan Bahana Syiar Ramadhan (Basyiro) Tahun 2025. Acara ini berlangsung pada Rabu (26/02) di Loman Park Hotel, Sleman. Acara tersebut turut menghadirkan Gus Rifqil Muslim Suyuthi atau disapa Gus Rifqil sebagai pemateri acara ini.
Acara ini dibuka dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana Basyiro 2025, Machbub Zidan. Ia menyampaikan bahwa tema Basyiro kali ini adalah “Pererat Ukhuwah, Sambut Ramadhan Penuh Berkah”. Tema ini menurutnya sangat diperlukan dalam masa kini, karena melihat banyaknya perpecahan di berita akhir-akhir ini yang seharusnya dapat disudahi. Ia menambahkan perlu adanya momentum untuk mempererat ukhuwah dalam menyambut Ramadan.
Memasuki acara inti, yakni penyampaian materi oleh Gus Rifqil, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Hikmah Kaliwungu. Ia membuka materi dengan membahas ukhuwah dalam islam. Ia menjelaskan, bahwa ada 3 jenis ukhuwah, yakni ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathaniyah.
Ukhuwah yang pertama adalah ukhuwah islamiyah yang didasari oleh persamaan iman dan persamaan kepercayaan, yakni sama-sama menyembah Allah dan Rasulullah. Ia menjelaskan bahwa perbedaan madzhab-madzhab, seperti rakaat shalat tarawih, penentuan tanggal hijriah dan sebagainya, tidak menjadi alasan perpecahan di kalangan umat muslim.
Kedua, yang menurutnya ukhuwah yang universal adalah ukhuwah basyariyah atau biasa disebut ukhuwah insaniyah. Ukhuwah ini adalah persaudaraan sesama manusia di dunia tanpa memandang suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Jadi, dalam ukhuwah ini entah agama apapun atau dari golongan manapun kita juga dapat bersaudara.
Ketiga, ukhuwah wathoniyah yakni kerukunan sesama sebangsa dan senegara, implementasi yang biasa didapati yaitu fenomena mudik. Namun ada saja permasalahan perbedaan kecil yang sering diperdebatkan saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang terkadang juga rentan menimbulkan perpecahan dalam ukhuwah wathaniyah.
Gus Rifqil menambahkan untuk itu, dalam bulan ramadhan ini merupakan momentum untuk membangun ukhuwah, khususnya ukhuwah islamiyah yang dapat dimaksimalkan di bulan suci ini. Untuk itu, perlu memperkuat juga dalam bulan ramadhan ini dengan memperbanyak ibadah seperti tarawih, perbanyak baca quran, perbanyak zakat dan sedekah dan amalan sunah lainnya.
Akhir kata, ia menyampaikan harapannya agar setelah ramadhan ini, amalan-amalan kita dapat diterima oleh Allah dan dapat kembali menjadi suci.
“ Semoga setelah Ramadhan ini, kita dapat kembali suci, bak seperti bayi yang lahir kembali,” jelasnya.
Acara ini diakhiri dengan sambutan oleh Ust. Tajul Muluk sekaligus membuka secara resmi kegiatan Basyiro Tahun 2025 ini. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi awalan dalam kegiatan Bulan Ramadhan PP UII. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi media keterlibatan PP UII dengan masyarakat, khususnya di bidang dakwah.
“….bahwa Basyiro ini menjadi bagian media praktek pembelajaran dakwah pesantren dan seluruh civitasnya di masyarakat dalam konteks dakwah islamiyah.”
Selain itu, Ia mengutarakan harapannya agar materi-materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan dapat diterapkan dalam rangka memeriahkan bulan suci ini.
Tak lupa, Ia mengapresiasi panitia yang telah menyelenggarakan acara dengan baik, dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung kegiatan ini.
(MFM)
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!