Meneladani Keikhlasan Nabi Ibrahim, Santri PP UII Laksanakan Kurban Bersama pada Iduladha 1447 H

Di balik setiap hewan kurban yang disembelih pada Hari Raya Iduladha, tersimpan kisah agung tentang keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. Nilai pengorbanan dan kepatuhan itulah yang terus dihidupkan oleh umat Islam dari generasi ke generasi. Di Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia (PP UII), semangat tersebut diwujudkan tidak hanya melalui penyembelihan hewan kurban, tetapi juga melalui proses pembelajaran dan kebersamaan yang melibatkan para santri secara langsung dalam pelaksanaan kurban Iduladha 1447 H pada Kamis (28/5).

Kegiatan kurban yang menjadi bagian dari peringatan Iduladha 1447 H tersebut dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren UII dengan pendampingan Pengasuh Pondok Pesantren UII Putra, Ustaz Suyanto, Pengasuh Pondok Pesantren UII Putri, Ustaz Tajul Muluk, dan Ustaz Mohammad Anas.

Sebanyak enam ekor kambing disembelih dalam kegiatan ini. Proses penyembelihan dilakukan oleh para santri yang sebelumnya telah mengikuti Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA).

Melalui pelatihan JULEHA yang telah dilaksanakan menjelang Iduladha, para santri memperoleh pembekalan mengenai fiqih penyembelihan, syarat hewan kurban, serta teknik penyembelihan yang sesuai dengan syariat Islam. Pada hari pelaksanaan kurban, ilmu tersebut tidak berhenti pada tataran teori, melainkan dipraktikkan secara langsung oleh para santri dalam proses penyembelihan hewan kurban.

Selain bertugas sebagai penyembelih, santri juga berpartisipasi dalam proses penanganan hewan kurban setelah penyembelihan. Daging yang telah dipotong kemudian diolah dengan pembagian tugas yang melibatkan santri dari berbagai angkatan.

Setelah seluruh proses pengolahan selesai, para santri menikmati hidangan bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan kerja bakti membersihkan area pelaksanaan kurban sebagai bentuk tanggung jawab bersama atas kegiatan yang telah berlangsung.

Salah satu santri yang berkesempatan menjadi juru sembelih dalam kegiatan tersebut adalah Riky Zulfikar, santri angkatan 2025. Bagi Riky, pelaksanaan kurban tahun ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena untuk pertama kalinya ia mendapat kesempatan menyembelih hewan kurban secara langsung.

“Iduladha tahun ini sangat unforgettable karena saya mendapat kesempatan emas berupa menyembelih hewan kurban yakni kambing,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Ini adalah pertama kali saya menyembelih kambing, rasa takut dan ragu pasti ada namun syukurnya bisa dilawan dengan rasa penasaran dan ingin mencoba.”

Pengalaman yang tidak kalah berkesan juga dirasakan oleh Fajar Paturohman, santri angkatan 2024 yang turut menjadi juru sembelih dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan kurban di PP UII berlangsung dalam suasana hangat yang penuh semangat kebersamaan dan ukhuwah. Selain memperoleh banyak ilmu dan hikmah, Fajar memaknai proses penyembelihan sebagai pengingat tentang pengorbanan, kesabaran, serta wujud kecintaan kepada Allah SWT.

“Semoga kehangatan dan kebersamaan yang terjalin selama prosesi qurban ini tidak hanya berhenti di Hari Tasyrik saja, tetapi terus menyala dalam keseharian kita saat tholabul ’ilmi di PP UII,” pungkasnya. (ZNA)

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *