Wisudawan Berprestasi


Di tengah riuhnya prosesi wisuda yang digelar pada 25 April lalu, nama Faisal Ahmad Ferdian Syah menjadi nama yang disebut secara spesial oleh rektor sebagai wisudawan berprestasi. Mahasiswa Program Internasional Ahwal Syakhshiyah (Hukum Keluarga) angkatan 2022 ini menuntaskan studinya hanya dalam waktu 3 tahun 5 bulan 9 hari. Tidak hanya cepat, Faisal juga mencatatkan prestasi akademik yang hampir sempurna dengan IPK 3,99 serta meraih predikat wisudawan terbaik dan tercepat dari fakultasnya.

 

Pencapaiannya tidak didapat hanya dari ruang kelas. Selama masa kuliah, Faisal juga aktif mengikuti berbagai lomba, khususnya di bidang debat bahasa Arab dan kepenulisan ilmiah seperti paper, serta terlibat dalam forum akademik seperti konferensi. Selain itu, dirinya juga aktif dalam berbagai keorganisasian.

 

Perpaduan antara capaian akademik dan aktivitas non-akademik tersebut menjadi salah satu hal yang membedakan Faisal. Ia tidak hanya berfokus pada kecepatan menyelesaikan studi, tetapi juga tetap aktif mengembangkan diri di berbagai bidang.

 

Perjalanan ini bukan sesuatu yang terjadi begitu saja. Sejak awal menjadi mahasiswa baru, Faisal sudah memiliki target yang jelas untuk lulus lebih cepat. Motivasi tersebut muncul dari sosok kakak tingkat yang dahulu menginspirasi dirinya untuk berani menetapkan standar tinggi sejak dini.

 

Meski demikian, proses yang dijalani tentu tidak mudah. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah membagi waktu antara kegiatan akademik dan non-akademik. Dalam banyak kesempatan, Faisal harus mengorbankan waktu istirahat bahkan kesenangan pribadi demi menjaga konsistensi menuju targetnya.

 

Untuk mengatasi hal tersebut, Faisal menerapkan manajemen waktu dengan rutin menyusun jadwal kegiatan secara teratur dan menentukan skala prioritas, tanpa mengabaikan kebutuhan istirahat.

 

Menariknya, hal yang sering dianggap menakutkan oleh banyak mahasiswa, yakni skripsi, justru dipandang berbeda oleh Faisal. Baginya, skripsi adalah tantangan yang menyenangkan. Hal ini tidak lepas dari kebiasaannya sejak semester tiga yang sudah aktif dalam kegiatan riset dan penulisan, bahkan berkolaborasi dengan dosen dalam program hibah penelitian.

 

Pengalaman tersebut membuatnya lebih siap secara mental maupun akademik saat memasuki tahap akhir perkuliahan. Baginya, skripsi bukan lagi beban, melainkan kelanjutan dari proses belajar yang sudah ia jalani sejak awal.

 

Di akhir perjalanannya, Faisal membagikan pesan sederhana namun bermakna bagi para mahasiswa, khususnya santri yang masih berjuang menyelesaikan studi. Ia menekankan pentingnya fokus dan konsistensi, serta tidak mudah terpengaruh oleh standar yang ditampilkan di media sosial.

“Jangan terlena dengan standar media sosial. Tetap kontrol pikiran kita dan tetap tenang. Jangan lupa mohon kepada Allah agar dimudahkan dalam segala urusan” pesannya. (KS)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *