Perkuat Kontribusi Bagi Masyarakat, Santri PP UII Raih Pendanaan PPK Ormawa 2026

Santri Pondok Pesantren UII kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Sejumlah santri yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan berhasil lolos dan memperoleh pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026. PPK Ormawa merupakan program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk meningkatkan kapasitas organisasi kemahasiswaan melalui kegiatan pemberdayaan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk merancang dan mengimplementasikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat secara berkelanjutan dan berdampak nyata.

Adapun yang berhasil meraih pendanaan PPK Ormawa 2026 antara lain Muhammad Rifqi Syarif, Ega Tsaqif Muktabar, Eza Herda Herdiana, dari Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMFA), Harisah, M. Fajar Paturohman, Ahmad Afdholi Ishaq, Muhammad Nabil Pariangan dari Lembaga Dakwah Fakultas FISB (SAQAFA), Roisul Umdy Annajih, Giska Zalfalia Titan Kavisa, Muhammad Kemal Sabda Majid, Tazkia Dema Aulia Putri, Anindya Nur A.P dari Sinergi Riset, Pengabdian & Dakwah Mahasiswa (SINERA), Azzam Fauzie Ridwan, Asiyah Azzahra  dari Tilawatil Qur’an Wa Funun Islamiyyah (TQFI).

Roisul Umdy Annajih, selaku Ketua Pelaksana dari Ormawa SINERA, menyampaikan bahwa proses untuk memperoleh pendanaan PPK Ormawa 2026 melalui tahapan yang cukup panjang dan kompetitif.  Ia menjelaskan bahwa seluruh tim harus mengikuti Excellent PPK Ormawa Idea Competition (EPIC) 2026 sebagai tahap seleksi internal Universitas Islam Indonesia untuk menentukan 10 tim terbaik yang akan menjadi delegasi resmi UII pada ajang PPK Ormawa tingkat nasional. Setelah lolos EPIC, tim melanjutkan proses seleksi melalui pengajuan proposal pada Sistem Informasi Pembelajaran dan Kemahasiswaan (SIMBELMAWA), kemudian mengikuti seleksi administrasi dan presentasi proposal di hadapan tim penilai secara daring. Melalui rangkaian tahapan tersebut, tim yang memenuhi kriteria akhirnya ditetapkan sebagai penerima pendanaan PPK Ormawa 2026.

Muhammad Nabil Pariangan, selaku Ketua Tim Pelaksana dari SAQAFA, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah benefit yang diperoleh mahasiswa setelah berhasil meraih pendanaan PPK Ormawa. “Salah satu benefit yang kami peroleh setelah dinyatakan lolos pendanaan PPK Ormawa adalah adanya skema konversi Kuliah Kerja Nyata (KKN)” ujarnya.

Di balik keberhasilan meraih pendanaan, proses penyusunan program juga menghadirkan berbagai tantangan. Azzam Fauzie Ridwan, anggota tim PPK Ormawa dari Unit Kegiatan Mahasiswa Tilawatil Qur’an Wa Funun Islamiyyah (TQFI), mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi timnya adalah menyatukan berbagai gagasan dari anggota tim yang memiliki pandangan berbeda. “Yang paling terasa ketika menentukan program yang akan dilaksanakan. Karena isi kepala setiap orang berbeda-beda, ada yang menginginkan program A, B, C, dan seterusnya. Namun setelah melalui diskusi yang cukup intens dan berbagai kompromi, kami akhirnya menyepakati topik Desa Cerdas dengan empat program utama di dalamnya” ungkapnya.s

Azzam juga berharap capaian ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk berani berkontribusi melalui program pengabdian masyarakat. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan di lingkungan sekitar serta mengimplementasikan ilmu yang dimiliki untuk kemaslahatan masyarakat. (DNA)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *