TAWARKAN RUMUSAN KONTAK DIAGONAL, SANTRI PP UII RAIH JUARA 2 KOMPETISI ARTIKEL KESEHATAN NASIONAL

Oleh Jalaluddin Rizqi Mulia

Yogyakarta, 24 Januari 2022 – Berlomba-lomba dalam kebaikan, merupakan motivasi utama yang melatarbelakangi sepak terjang santri Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia dalam mengarungi kehidupan akademis. Berdiri sejak tahun 1996, pondok pesantren khusus mahasiswa unggulan tersebut sengaja didesain oleh Universitas Islam Indonesia untuk mencetak kader ulul albab, yaitu kader-kader cendekiawan yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah.

Berbagai prestasi di bidang akademis maupun non-akademis telah diraih para santri dan mahasiswa. Mulai dari pertukaran pelajar ke manca negara, kejuaraan musabaqah qiraatil kutub, musabaqah tilawatil quran, kompetisi karya tulis ilmiah, kompetisi poster, lomba fotografi, lomba pidato atau debat multilingual, bahkan kejuaraan futsal hingga e-sport pun tidak luput dari serbuan gairah belajar mahasiswa dan santri Pondok Pesantren UII. Kisah seorang santri yang meracik takaran logika dan emosional, demi formula kesadaran terhadap realitas dan optimasi yang proporsional, sehingga dapat dimanifestasikan ke dalam suatu usaha, doa, keyakinan dan tawakal; memang selalu menarik untuk disimak.

Nashrul Hanif Al Hakim, salah satu santri Pondok Pesantren UII dari program studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, berhasil meraih juara 2 kategori artikel ilmiah tingkat nasional dalam event PERICARDIUM (Perlombaan Edukasi Kesehatan, Artikel, Mading Siswa dan Umum) 2022. Acara tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Keperawatan Bogor, Politeknik Kesehatan Kemeterian Kesehatan Bandung pada Hari Ahad, 16 Januari 2022. Ajang perlombaan yang diikuti oleh 41 partisipan dari seluruh kampus negeri maupun swasta di Indonesia tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan kreatifitas pelajar — khususnya mahasiswa — di bidang kesehatan dalam menyajikan sarana edukasi berbasis literasi dan kebahasaan bagi masyarakat. Terdapat 4 kategori lomba edukasi kesehatan masyarakat yang disediakan, yaitu: artikel kesehatan, mading digital, story telling dan video kreatif.

Melalui artikelnya, Nashrul membahas ‘Efek Kontak Diagonal-Integratif antara Upaya Kesehatan Berbasis Preventif dan Upaya Ekonomi Kreatif terhadap Peningkatan Kualitas Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia pada Masa Pandemi dan Pasca-Pandemi COVID-19’. Dengan perolehan total 16.175 poin, artikel Nashrul Hanif Al Hakim berhasil meraih peringkat terbaik kedua setelah artikel terbaik pertama milik Zulfa Chairunnisah, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.

“Menurut saya, perolehan juara dalam kompetisi ini merupakan bonus dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena bagi saya pribadi … dalam suatu perlombaan, menang-kalah merupakan suatu hal yang lumrah. Oleh karena itu, sebetulnya yang lebih saya harapkan dari karya tulis-artikel yang saya buat adalah daya gunanya bagi masyarakat umum. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu meridai dan memberikan keberkahan bagi kita semua, sehingga setiap pekerjaan ataupun gagasan yang kita tuangkan ke dalam sebuah karya tidak menjadi hal yang sia-sia”, tutur Nashrul dalam suatu kesempatan wawancara.

Pada akhirnya, dapat dimaklumi bahwa bagi santri Pondok Pesantren UII, orientasi dalam mengikuti suatu kompetisi bukanlah sekadar memenangkan perlombaan atau menyabet berbagai status penghargaan, lebih dari itu adalah visi keberkahan serta kemanfaatan ilmu dan amaliah bagi umat-masyarakat yang diimplementasikan secara konkret dalam kehidupan keseharian. (Jrm)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *